Home » KTI (page 2)

KTI

Keterampilan Pengambilan Data Biofisik Bawah Air dan Manfaatnya untuk Pengelolaan Wilayah Perairan

Ditulis oleh: Agussalim, S.Pi I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Indonesia sebagai Negara kepulauan memiliki beribu pulau yang terbentang dari ujung barat di Pulau Weh, Sabang, sampai ke ujung timur di Merauke. Hal itu berarti bahwa Indonesia didominasi oleh perairan, dimana sebagian besar wilayahnya dikelilingi oleh air. Jika dilihat sebagai potensi, maka bisa disimpulkan bahwa potensi terbesar Indonesia terletak pada perairannya. …

Selanjutnya »

Nilai Gizi Ikan Asin Cakalang Banda

Oleh: Fiona A.B.Nikyulyw (Instruktur BPPP- Ambon) Banyak yang mengatakan bahwa makanan yang enak adalah makanan yang mahal. Sebenarnya Makanan bisa dikatakan enak bukan karena harganya yang mahal, tetapi bagaimana pengolahannya dan bagaimana cara kita menikmati makanan tersebut. Makanan sederhana yang sering kita jumpai adalah Ikan Asin. Siapa yang tidak tahu dengan ikan asin? Semua pasti bisa membuatnya bukan saja nelayan/wanita …

Selanjutnya »

PENGOLAHAN IKAN ASIN CAKALANG BANDA

Pendahuluan Ikan asin Cakalang Banda merupakan produk ikan asin tradisional yang popular bagi masyarakat Maluku bahkan dijadikan ole-ole atau buah tangan khas Maluku. Kabupaten Halmahera Tengah memiliki potensi perikanan tangkap khususnya jenis ikan Cakalang, Tuna, dan ikan pelagis lainnya. Cara pengolahan ikan asin ini merupakan usaha pengawetan yang paling mudah dan sederhana. Prinsip pengolahannya yaitu ikan ditaburi garam dan dibiarkan …

Selanjutnya »

Alat Penangkapan Ikan di Provinsi Maluku

OlehFrans B. Louhenapessy, S.Pi, M.Si Propinsi Maluku memiliki Luas wilayah 646.295 km2 yang terdiri dari 592.110 km2 wilayah perairan dan 54.185 km2 wilayah daratan yang terbentuk oleh 559 buah pulau. Dengan demikian 90,85 % luas wilayah Propinsi Maluku adalah merupakan wilayah perairan (Data Spasial Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Propinsi Maluku, 2003). Wilayah perairan yang luas ini tentunya memiliki banyak kegunaan …

Selanjutnya »

Formalin Bahan Pengawet Berbahaya

Oleh : Fiona A.B.Nikyuluw (Instruktur BPPP Ambon) I. PENANGANAN PASCA PANEN Syarat utama dalam mengolah ikan adalah tersedianya bahan baku yang bermutu tinggi. Karena bahan baku yang bermutu rendah tidak akan dapat menghasilkan produk yang bermutu tinggi. Tidak ada satu cara apapun yang dapat mengubah bahan baku yang bermutu rendah menjadi produk bermutu tinggi. Terlebih lagi bahwa ikan merupakan bahan …

Selanjutnya »

Metode Penulisan Ilmiah

OLEH : FRANS B.LOUHENAPESSY, S.Pi, M.Si PENDAHULUAN Visi Penulisan Ilmia Menulis merupakan suatu seni atau gaya seseorang dalam menuangkan ide, pemikiran, infornnasi, peristiwa sebagai gagasan maupun pola pikir kedalam suatu bentuk kalimat atau kata-kata. Kalimat atau kata-kata yang tertuang itu harus jelas, terarah, logis dan sistematis dengan menggunakan bahasa lndonesia yang baik dan benar. Kejelasan dan ketajaman wawasan seorang penulis …

Selanjutnya »

Menerapkan Limit of Acceptable Change (LAC) Terhadap Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan untuk Keberlanjutan

Pembangunan berkelanjutan mengharuskan adanya pembaruan-pembaruan strategi pengelolaan, terkait teknologi yang digunakan, metode yang diterapkan, dan juga kebijakan-kebijakan yang diberlakukan, sebab inti keberlanjutan terletak pada bagaimana strategi pengelolaan senantiasa tepat sasaran dalam waktu dan kondisi yang terus berubah (Agussalim). I.                 Pendahuluan Pembangunan kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat yang merupakan visi Kementerian Kelautan dan Perikanan yang …

Selanjutnya »

Sinergitas Konservasi dan Pariwisata untuk Pertumbuhan Ekonomi Raja Ampat

Economic development in a regional has prime position at especial potency that’s regional will supporting fast economic growth. Thourism and conservation are two matter what is if synergy will yielding sustainable economic growth. Raja Ampat region as a international thourism destination, early on must integrated tourism management being based on conservation, so that not destroy together with thourist go home …

Selanjutnya »

Pemberdayaan Meretas Kemiskinan Nelayan

Berdaya harus senantiasa menjadi bagian kehidupan manusia sebagai bagian tak terpisahkan dari hak hidupnya. Memberdayakan menjadi kewajiban bagi setiap pihak yang mengambil bagian untuk mengurus kehidupan pihak lain. Hanya jika manusia berdaya, maka mereka bisa hidup dinamis, karena dengan daya yang diberi ruang maka gerak maju bisa tercipta. Sehingga pemberdayaan bisa berarti pemberian ruang untuk manusia bisa hidup layak dari …

Selanjutnya »

PEMBUATAN DAN PENGOPERASIAN BAGAN APUNG MENGGUNAKAN ALAT BANTU LAMPU CELUP DALAM AIR DI PERAIRAN TELUK AMBON DALAM

Ditulis Oleh : Indra Cahya, S.St.Pi, M.Si (Instruktur Penangkapan BPPP Ambon) Cahaya merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam kegiatan penangkapan ikan yang memiliki sifat fototaksis positif. Penggunaan cahaya, terutama cahaya listrik dalam kegiatan penangkapan ikan pertama kali dikembangkan di Jepang sekitar tahun 1900, kemudian berkembang ke berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri, penggunaan lampu sebagai alat bantu penangkapan ikan tidak …

Selanjutnya »