BPPP Ambon Breaking News
Home » Berita » Pemkab Supiori Mengirim Nelayannya ke BPPP Ambon Berlatih Jaring Millenium dan Rawai Dasar

Pemkab Supiori Mengirim Nelayannya ke BPPP Ambon Berlatih Jaring Millenium dan Rawai Dasar

Senin 23 Oktober 2017, sejumlah 15 orang nelayan Supiori mengikuti Pembukaan Pelatihan Penangkapan Ikan di BPPP Ambon. Nelayan tersebut dikirim oleh Pemerintah Kabupaten Supiori, yakni Dinas Perikanan Supiori, untuk berlatih penangkapan ikan di BPPP Ambon, dengan tujuan meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan mereka. Para nelayan tersebut berlatih membuat dan mengoperasikan alat tangkap jaring millenium dan rawai dasar. Dua jenis alat tangkap tersebut merupakan alat tangkap yang ramah lingkungan yang mendukung keberlanjutan sumberdaya perikanan untuk kesejahteraan masyarakat. Nelayan yang dilatih tersebut pada umumnya merupakan nelayan tradisional one day fishing yang mengoperasikan alat tangkap pancing skala kecil.

Para nelayan Supiori ini datang dibawah pendampingan staf Dinas Perikanan Supiori yang dikomandani Robert Matulessy. Turut bersamanya beberapa staf Dinas Perikanan di antaranya Daniel Kawer, Alberth Rumainum, Laurens Warikar, dan Vian Randongkir. Dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Perikanan, Robert menyampaikan apresiasi kepada BPPP Ambon yang telah bersedia bersama-sama membangun masyarakat sipil di Papua yang merupakan bangsa ini. Kegiatan ini merupakan hal yang sudah lama direncanakan oleh pemerintah Supiori, tetapi sebagai kabupaten baru yang sibuk berbenah membangun daerah, sehingga kagiatan ini baru bisa terlaksana sekarang, tutur Robert.

Pada kesempatan membawakan materi Kebijakan Penangkapan Ikan, Kepala BPPP Ambon, Praatma Prihadi, menyampaikan bahwa terdapat beberapa kriteria panangkapan ikan yang ramah lingkungan sesuai versi FAO (1995) di antaranya mempunyai selektifitas tinggi, dan tidak merusak habitat. Jaring millenium dengan ukuran 4 inci bisa termasuk kategori selektif karena ikan-ikan ukuran kecil tidak ikut tertangkap. Selain itu kriteria ramah lingkungan lainnya adalah menghasilkan ikan berkualitas tinggi dan tidak membahayakan nelayan dan konsumen. Rawai dasar adalah alat tangkap yang menghasilkan kualitas tinggi karena alat ini berbahan dasar pancing, dan hasilnya aman dikonsumsi oleh konsumen serta aman saat dioperasikan oleh nelayan.

 

Baca Juga

BPPP Ambon Melatih Pembesaran Udang Vannamei di Morotai

Sabtu 14 Oktober 2017, berlangsung penutupan pelatihan budidaya pembesaran udang vannamei pada Keramba Jaring Apung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *